Penutupan MPLS Ramah Anak SDN Bunpenang III Meriah, Kolaborasi Saronen Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini


Bunpenang, 18 Juli 2026 - Suasana penuh semangat, tawa, dan kebersamaan mewarnai kegiatan Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak SDN Bunpenang III Tahun Ajaran 2026/2027 Mengusung konsep edukatif yang dipadukan dengan pelestarian budaya lokal, sekolah berkolaborasi dengan Saronen Sekar Arum dalam memeriahkan acara penutupan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai budaya yang diiringi alunan musik saronen. Pawai dimulai dari halaman SDN Bunpenang III menuju Balai Desa Bunpenang, kemudian kembali lagi ke sekolah. Seluruh peserta didik, khususnya murid kelas I, tampak antusias mengikuti irama musik khas Madura tersebut. Tidak sedikit siswa yang menari dan bergembira sepanjang perjalanan, sehingga suasana semakin semarak. 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari wali murid, masyarakat Desa Bunpenang, seluruh dewan guru, serta Plt. Kepala SDN Bunpenang III. Kehadiran masyarakat yang menyaksikan pawai di sepanjang rute menjadi bukti bahwa sekolah dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pendidikan yang ramah anak sekaligus melestarikan budaya daerah. Kolaborasi dengan musik saronen dipilih bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai media pembelajaran karakter dan pengenalan budaya lokal kepada peserta didik sejak usia dini. Melalui musik tradisional Madura, siswa diajak untuk mencintai warisan budaya daerah, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal, serta memahami bahwa budaya adalah bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan. Irama saronen yang ceria juga mampu membangun semangat, kebersamaan, dan rasa percaya diri anak-anak selama mengikuti kegiatan. 

Setelah pawai selesai, acara dilanjutkan dengan penutupan resmi MPLS Ramah Anak SDN Bunpenang III Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Bapak Qinantha, selaku Guru Kelas III, dan mewakili Plt. Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, Bapak Qinantha mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan pengalaman selama MPLS sebagai awal perjalanan belajar yang menyenangkan. 

  "Mulai hari ini, kalian bukan lagi tamu di sekolah ini, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar SDN Bunpenang III. Belajarlah dengan semangat, saling menghormati, dan teruslah menjadi anak-anak yang ceria, berkarakter, serta mencintai sekolah dan budaya sendiri," ujarnya. 

Sebagai simbol harapan dan semangat baru, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh Ibu Susmiati, Ketua Panitia MPLS sekaligus Guru Kelas I, bersama seluruh murid kelas I. Pelepasan balon memiliki makna filosofis sebagai lambang melepaskan rasa takut, malas, dan keraguan yang mungkin masih dimiliki peserta didik baru. Bersamaan dengan balon yang terbang tinggi, diharapkan seluruh energi negatif, rasa cemas, serta hal-hal yang dapat menghambat semangat belajar ikut pergi jauh. Balon yang melayang ke langit juga menjadi simbol harapan agar seluruh peserta didik tumbuh sehat, dijauhkan dari berbagai penyakit, diberikan keselamatan, serta mampu meraih cita-cita setinggi langit. Keceriaan semakin terasa ketika setelah pelepasan balon, alunan musik saronen kembali menggema dan seluruh murid mengikuti kegiatan penyemprotan air secara simbolis. Penyemprotan air dimaknai sebagai lambang kesegaran, kebersihan hati, serta semangat baru dalam memasuki dunia sekolah. Air menjadi simbol kehidupan yang memberikan kesejukan, menghapus rasa lelah selama MPLS, sekaligus menjadi doa agar seluruh peserta didik senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat belajar yang terus mengalir. 

(Pelepasan Balon oleh murid-murid kelas I) 


Plt. Kepala SDN Bunpenang III, Ibu Sri Lanjari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan. 

 "Kami sengaja menghadirkan musik saronen agar anak-anak mengenal dan mencintai budaya Madura sejak dini. Pendidikan tidak hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Terima kasih kepada seluruh guru, wali murid, masyarakat Desa Bunpenang, dan Saronen Sekar Arum yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini." 

Sementara itu, Bapak Asari, salah satu wali murid kelas I, mengaku sangat mengapresiasi konsep penutupan MPLS yang berbeda dari biasanya. 

 "Anak-anak terlihat sangat bahagia. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak mencintai budaya daerah. Kami sebagai orang tua merasa bangga karena sekolah mampu menghadirkan kegiatan yang edukatif, meriah, dan melibatkan masyarakat." 

Kesan serupa juga disampaikan oleh Atiqo, salah satu murid kelas I. 

"Saya senang sekali. Tadi ikut jalan-jalan sambil dengar musik saronen, menari bersama teman-teman, lalu melepas balon. Sekolahnya seru, gurunya baik, jadi saya ingin rajin belajar di SDN Bunpenang III." 

Kegiatan penutupan MPLS Ramah Anak SDN Bunpenang III Tahun Ajaran 2026/2027 ini menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah sekaligus awal perjalanan belajar bagi peserta didik baru. Dengan menggabungkan nilai pendidikan, budaya, kebersamaan, dan keceriaan, SDN Bunpenang III berharap mampu menciptakan pengalaman pertama yang berkesan sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cinta budaya, dan bahagia dalam belajar.

(Foto bersama dewan guru dan pemain saronen Sekar Arum) 

Untuk ingin melihat video dokumentasi bisa klik disini
Admin Bupega
Admin Bupega BUPEGA JAYA

Posting Komentar untuk "Penutupan MPLS Ramah Anak SDN Bunpenang III Meriah, Kolaborasi Saronen Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini"